Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri.
Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak.
Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.
Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk
memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya.
Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.
Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian.
Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini.
Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.
Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi
kehidupan keluarga ini. Dia lah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sangsuami.
Akan tetapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya.
Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya.
Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal.
Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati. "Saat ini, aku punya 4 orang
istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri."
Lalu, ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. "Kaulah yang paling
kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku? Ia terdiam. "Tentu saja tidak, "jawab istri keempat, dan pergi begitu
saja tanpa berkata-kata lagi.
Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada
pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya.
Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga.
"Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir.
Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?
Istrinya menjawab, Hidup begitu indah disini. Aku akan
menikah lagi jika kau mati. Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam.
Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau
membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku? Sang istri menjawab pelan. "Maafkan aku," ujarnya "Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu.
Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara. "Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan
meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku."
Renungan :
Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini.
Istri yang keempat, adalah tubuh kita. Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya.
Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan.
Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain.
Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya.
Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman.
Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya.
Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.
Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita adalah jiwa dan amal kita. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di
akhirat kelak.
Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan.
Mumpung masih hidup
Mumpung masih sehat
Mumpung masih longgar
Mumpung masih muda
Semoga Insya Allah
Senin, 31 Mei 2010
Sabtu, 22 Mei 2010
Cinta di Atas Cinta (Hamba yg Bertaubat)
Tidak karena kamu memiliki semua pesona itu sekaligus, maka kamu bisa mencintai dan mengawini semua perempuan. Begitu juga sebaliknya.
Pesona fisik, jiwa, akal dan ruh, diperlukan untuk menciptakan daya tarik dan daya rekat yang permanen bila kita ingin membangun sebuah hubungan jangka panjang.
Tapi seperti berlian, tidak semua orang mengenalnya dengan baik, maka mereka tidak menghargainya. Atau mungkin mereka mengenalnya, tapi terasa tertalu jauh untuk dijangkau, seperti mimpi memetik bintang atau mimpi memeluk gunung. Atau mungkin ia mengenalnya, tapi terasa terlalu mewah untuk sebuah kelas sosial, atau kurang serasi untuk sebuah suasana.
Kira-kira itulah yang membuat Aisyah-radhiyallahu ‘anha-sekali ini benar-benar gundah. Orang terbaik di muka bumi ketika itu, Amirul Mu’minin, Khalifah Kedua, Umar Bin Khattab, hendak melamar adiknya, Ummu Kaltsum. Tidak ada alasan untuk menolak lamaran beliau kecuali bahwa Abu Bakar, sang Ayah, yang juga Khalifah Pertama, telah mendidik puteri-puterinya dengan penuh kasih sayang dan kemanjaan.
Aisyah, karena itu, percaya bahwa adiknya tidak akan kuat beradaptasi dengan pembawaan Umar yang kuat dan kasar. Bahkan ketika Abu Bakar meminta pendapat Abdurrahman Bin Auf tentang kemungkinan penunjukan Umar bin Khattab sebagai khalifah, beliau menjawab: “Dia yang paling layak, kecuali bahwa dia kasar”.
Dengan sedikit bersiasat, Aisyah meminta bantuan Amru Bin ‘Ash untuk “menggiring” Umar agar menikahi Ummu Kaltsum yang lain, yaitu Ummu Kaltsum Binti Ali Bin Abi Thalib yang ketika itu berumur 11 tahun.
Karena garis jiwa, akal dan ruh mereka lebih setara dan karena itu mereka akan tampak lebih serasi karena bisa serasa. Berbekal pengalaman sebagai diplomat ulung, pesan Itu memang sampai kepada Umar Akhirnya Umar menikahi Ummu Kaltsum Bin Ali Bin Abi Thalib.
Kesetaraan dan keserasian. Itu yang lebih menentukan daripada sekedar pesona an sich. Ibnu Hazem menjelaskan, kalau ada lelaki tampan menikahi perempuan jelek, atau sebaliknya, itu bukan sebuah keajaiban. Yang ajaib adalah kalau seorang lelaki meninggalkan kekasih yang cantik dan memilih kekasih baru yang jelek.
“Saya tidak bisa memahaminya. Tapi memang tidak harus dijelaskan”.
Ibnu Hazem, imam terbesar pada mazhab Zhahiryah, yang menulis puluhan buku legendaris dalam fiqh, hadits, sejarah, sastra, puisi dan lainnya, lelaki tampan yang lembut dan seorang pencinta sejati, putera seorang menteri di Cordova, suatu ketika harus menelan luka: cintanya ditolak oleh seorang perempuan yang justru bekerja di rumahnya.
Ibnu Hazem bahkan mengejar-ngejarnya dan melakukan semua yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan cintanya. Tapi tetap saja ditolak.
“Saya teringat, kadang-kadang saya masuk melalui pintu rumahku di mana gadis itu ada di sana, untuk berdekat-dekat dengannya. Tapi begitu ia tahu aku mendekat ia segera menjauh dengan sopan dan tenang. Jika ia memilih pintu lain, maka aku akan ke sana juga tapi dia akan pindah lagi ke tempat lain. Dia tahu aku sangat mencintainya walaupun perempuan-perempuan tidak tahu hal itu karena jumlah mereka yang sangat banyak di istanaku.”
Begitulah leiaki yang memiliki semua pesona itu ditolak. Bahkan ketika suatu saat Ibnu Hazem menyaksikan gadis itu menyanyi di istananya, Ibnu Hazem benar-benar terpesona dan makin mencintainya. Tapi ia hanya berkata dengan lirih, “Oh, nyanyian itu seakan turun ke hatiku, dan hari itu tidak akan pernah kulupakan sampai hari ketika berpisah dengan dunia”.
Oh, lelaki baik yang terluka oleh hukum keserasaan dan keserasian.
Pesona fisik, jiwa, akal dan ruh, diperlukan untuk menciptakan daya tarik dan daya rekat yang permanen bila kita ingin membangun sebuah hubungan jangka panjang.
Tapi seperti berlian, tidak semua orang mengenalnya dengan baik, maka mereka tidak menghargainya. Atau mungkin mereka mengenalnya, tapi terasa tertalu jauh untuk dijangkau, seperti mimpi memetik bintang atau mimpi memeluk gunung. Atau mungkin ia mengenalnya, tapi terasa terlalu mewah untuk sebuah kelas sosial, atau kurang serasi untuk sebuah suasana.
Kira-kira itulah yang membuat Aisyah-radhiyallahu ‘anha-sekali ini benar-benar gundah. Orang terbaik di muka bumi ketika itu, Amirul Mu’minin, Khalifah Kedua, Umar Bin Khattab, hendak melamar adiknya, Ummu Kaltsum. Tidak ada alasan untuk menolak lamaran beliau kecuali bahwa Abu Bakar, sang Ayah, yang juga Khalifah Pertama, telah mendidik puteri-puterinya dengan penuh kasih sayang dan kemanjaan.
Aisyah, karena itu, percaya bahwa adiknya tidak akan kuat beradaptasi dengan pembawaan Umar yang kuat dan kasar. Bahkan ketika Abu Bakar meminta pendapat Abdurrahman Bin Auf tentang kemungkinan penunjukan Umar bin Khattab sebagai khalifah, beliau menjawab: “Dia yang paling layak, kecuali bahwa dia kasar”.
Dengan sedikit bersiasat, Aisyah meminta bantuan Amru Bin ‘Ash untuk “menggiring” Umar agar menikahi Ummu Kaltsum yang lain, yaitu Ummu Kaltsum Binti Ali Bin Abi Thalib yang ketika itu berumur 11 tahun.
Karena garis jiwa, akal dan ruh mereka lebih setara dan karena itu mereka akan tampak lebih serasi karena bisa serasa. Berbekal pengalaman sebagai diplomat ulung, pesan Itu memang sampai kepada Umar Akhirnya Umar menikahi Ummu Kaltsum Bin Ali Bin Abi Thalib.
Kesetaraan dan keserasian. Itu yang lebih menentukan daripada sekedar pesona an sich. Ibnu Hazem menjelaskan, kalau ada lelaki tampan menikahi perempuan jelek, atau sebaliknya, itu bukan sebuah keajaiban. Yang ajaib adalah kalau seorang lelaki meninggalkan kekasih yang cantik dan memilih kekasih baru yang jelek.
“Saya tidak bisa memahaminya. Tapi memang tidak harus dijelaskan”.
Ibnu Hazem, imam terbesar pada mazhab Zhahiryah, yang menulis puluhan buku legendaris dalam fiqh, hadits, sejarah, sastra, puisi dan lainnya, lelaki tampan yang lembut dan seorang pencinta sejati, putera seorang menteri di Cordova, suatu ketika harus menelan luka: cintanya ditolak oleh seorang perempuan yang justru bekerja di rumahnya.
Ibnu Hazem bahkan mengejar-ngejarnya dan melakukan semua yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan cintanya. Tapi tetap saja ditolak.
“Saya teringat, kadang-kadang saya masuk melalui pintu rumahku di mana gadis itu ada di sana, untuk berdekat-dekat dengannya. Tapi begitu ia tahu aku mendekat ia segera menjauh dengan sopan dan tenang. Jika ia memilih pintu lain, maka aku akan ke sana juga tapi dia akan pindah lagi ke tempat lain. Dia tahu aku sangat mencintainya walaupun perempuan-perempuan tidak tahu hal itu karena jumlah mereka yang sangat banyak di istanaku.”
Begitulah leiaki yang memiliki semua pesona itu ditolak. Bahkan ketika suatu saat Ibnu Hazem menyaksikan gadis itu menyanyi di istananya, Ibnu Hazem benar-benar terpesona dan makin mencintainya. Tapi ia hanya berkata dengan lirih, “Oh, nyanyian itu seakan turun ke hatiku, dan hari itu tidak akan pernah kulupakan sampai hari ketika berpisah dengan dunia”.
Oh, lelaki baik yang terluka oleh hukum keserasaan dan keserasian.
Jumat, 14 Agustus 2009
SOLUTIO PLACENTA
Solutio placenta adalah pelepasan bagian atau seluruh placenta yang normal implantasinya antara minggu 22 dan lahirnya anak. Apabila pelepasan placenta sebelum minggu ke 22 disebut abortus (OBSTETRI PATOLOGI: 120).
Solutio placenta adalah terlepasnya plasenta yang lepasnya normal pada korpus uteri sebelum janin lahir. Perdarahan yang terjadi karena terlepasnya plasenta dapat menyelundup keluar di bawah selaput ketuban yaitu pada solutio dengan perdarahan keluar; atau tersembunyi di belakang plasenta yaitu dengan solutio placenta dengan perdarahan tersembunyi; atau kedua-duanya; atau perdarahannya menembus selaput ketuban, masuk ke dalam kantong ketuban. ( ILMU KEBIDANAN: 376).
Solotio placenta di sebut juga: abrutio placenta, ablatio placenta, accidental haemorrhage dan premature separatio of the normally implated placenta.
Klasifikasi solutio placenta
1. Solutio placenta ringan
- Bila plasenta lepas kurang ¼ bagian luasnya
- Ibu dan janin keadaan masih baik
- Perdarahan pervaginam, warna kehitaman
- Perut sakit dan agak tegang
2. Solutio placenta sedang
- Plasenta terlepas lebih ½, belum mencapai 2/3 bagian
- Perdarahan dengan rasa sakit
- Perut terasa tegang
- Gerak janin berkurang
- Palpasi janin sulit diraba
- Auskultasi jantung janin è asfiksia ringan dan sedang
- VT ketuban menonjol
- Dapat terjadi gangguan pembekuan darah
3. Solutio placenta berat
- Plasenta lepas > 2/3 bagian
- Terjadi sangat tiba-tiba
- Ibu syock
- Janin mati è uterus sangat tegang dan nyeri
(ILMU KEBIDANAN: 380).
Etiologi:
Sebab primer solutio placentae belum diketahui pasti. Faktot predisposisi yang mungkin ialah hipertensi kronik, trauma eksternal, tali pusat pendek, dekompresi uterus mendadak, anomaly atau tumor uterus, defisiensi gizi, merokok, konsumsi alcohol, penyalahgunaan kokain, serta obstruksi vena cava inferior dan vena ovarika (KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN: 279).
Patofisiologi
Solotio placenta di sebut juga: abrutio placenta, ablatio placenta, accidental haemorrhage dan premature separatio of the normally implated placenta.
Klasifikasi solutio placenta
1. Solutio placenta ringan
- Bila plasenta lepas kurang ¼ bagian luasnya
- Ibu dan janin keadaan masih baik
- Perdarahan pervaginam, warna kehitaman
- Perut sakit dan agak tegang
2. Solutio placenta sedang
- Plasenta terlepas lebih ½, belum mencapai 2/3 bagian
- Perdarahan dengan rasa sakit
- Perut terasa tegang
- Gerak janin berkurang
- Palpasi janin sulit diraba
- Auskultasi jantung janin è asfiksia ringan dan sedang
- VT ketuban menonjol
- Dapat terjadi gangguan pembekuan darah
3. Solutio placenta berat
- Plasenta lepas > 2/3 bagian
- Terjadi sangat tiba-tiba
- Ibu syock
- Janin mati è uterus sangat tegang dan nyeri
(ILMU KEBIDANAN: 380).
Etiologi:
Sebab primer solutio placentae belum diketahui pasti. Faktot predisposisi yang mungkin ialah hipertensi kronik, trauma eksternal, tali pusat pendek, dekompresi uterus mendadak, anomaly atau tumor uterus, defisiensi gizi, merokok, konsumsi alcohol, penyalahgunaan kokain, serta obstruksi vena cava inferior dan vena ovarika (KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN: 279).
Patofisiologi
Selasa, 03 Maret 2009
ACARA PENYAMBUTAN MENPAN
Dalam Rangka Kontrak Kerja Kabupaten Hulu Sungai Selatan
menuju Kabupaten Agropolitan yang Mandiri, Unggul dan Religius
pengalungan bunga
model
Jumat, 13 Februari 2009
Rayakan Valentine Day, Anda Murtad?
Judul yang saya tulis ini adalah judul yang diangkat di http://mbahnya.wordpress.com/2008/02/10/rayakanlah-valentine-day-anda-murtad…/ tetapi tidak dengan tanda tanya, melainkan dengan tanda seru. Tanda merupakan ekspresi yang dituangkan dalam sebuah tulisan. Kira-kira maknanya awas. Apakah Anda setuju dengan kesimpulan itu?
Saya mengutip judul dengan tanda yang berbeda maksudnya adalah untuk mempertanyakan benarkah demikian. Namun sebelum menjawab setuju atau tidak, ada baiknya menyimak dahulu tulisan tersebut secara utuh, biar tidak ada kesan memelintir pendapat, ok. Silakan menikmati
Dari namanya saja, perayaan Hari Kasih Sayang ini serasa memiliki perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Ada beberapa versi mengenai legenda dari sosok Valentine ini.
1. Dahulu, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II (268 - 270 M). kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang potensial. Valentine tidak setuju dengan peraturan tersebut. Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia. Lambat laun, aksi yang dilakukan oleh Valentine pun tercium oleh Claudius II. Valentine harus menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati pada tanggal 14 Februari 270 M. Ada sebuah sumber yang menceritakan bahwa ia mati karena menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara akibat penganiayaan.
Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu. Tragisnya, sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya. Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini—-‘From Your Valentine.’ Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yag dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Febuari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine.
2. Valentine dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Febuari. Ini merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan. Dan sehari setelahnya yaitu tanggal 15 Februari merupakan perayaan Lupercalia.
3. Ketika agama nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “Dengan nama Tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.” Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat “Dengan nama Tuhan Ibu” dengan kalimat “Dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani.
4. St.Valentine ditanya tentang Atharid, Tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, Tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab Tuhan-Tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya Tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih. Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya merupakan lambang Tuhan cinta bagi orang-orang Romawi.
5. Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga “martir” atau santo (orang suci) yang berbeda:
seorang pastur di Roma
seorang uskup Interamna (modern Terni)
seorang “martir” di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga ““martir”” ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai “martir”-”martir” ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta ’supercalis’ kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang ‘martyr’ bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya (jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat(melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN
Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?
Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.
Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!
“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata,
“Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”
Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
Wallahu’alam bishawab.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusak ‘akidah’ muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup Non Islami dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
Kampanye anti valentine day
Atas dasar fakta diatas dan diatas landasan niat untuk membentengi akhlak generasi muda kita maka sudah sewajarnya setiap ummat Islam mengambil peran penting untuk turut mengkampanyekan gerakan anti valentine day dan secara khusus menyerukan kepada pemuda pemudi Islam untuk tidak terlibat dalam acara kasih sayang dan percintaan ala valentine’s day. Di sejumlah negara Islam belakangan ini muncul gerakan terbuka untuk menolak peringatan valentine day, di Mesir beberapa kalangan ummat Islam menyerukan untuk merubah Valentine’s Day dengan Muhammad Day. Seruan ini disampaikan di sejumlah situs internet baik website maupun blog. Mereka menyerukan pembenahan pemahaman cinta dengan pemahaman yang benar sesuai dengan ajaran Rasulullah Muhammad SAW. Seruan ‘Muhammad Day’ ini juga disebarkan secara meluas melalui pesan elektronik (e-mail) dan pesan singkat ponsel (sms). Gagasan Muhammad Day semata - mata bertujuan sebagai gerakan insidental kampanye anti valentine day yang otomatis tidak diagendakan untuk dilakukan setiap tahun.
Siapapun bisa menjadi bagian dari gerakan anti valentine day dengan menyebarkan pernyataan singkat dibawah ini melalui pesan singkat (sms) :
“Stop kemaksitan dan kekufuran berjubah valentine day, mari kita benahi pemahaman tentang cinta dan kasih sayang yang benar sesuai dengan ajaran Islam dan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW”.
Akhirnya, berdasar fakta negatif dan nuansa kemaksitan dan kekufuran yang terselubung dan merebak melalui peringatan hari valentine maka marilah kita secara bersama -sama satukan tekad “HAPUSKAN VALENTINE’S DAY SEKARANG JUGA !!!”
Referensi :
http://id.wikipedia.org/
muzakarah.tripod.com/valentine1.html
isrona.wordpress.com/2007/02/18/sejarah-hari-valentine/
http://dunia.pelajar-islam.or.id/
www. eramuslim.com
http://www.sinarharapan.co.id/feature/ritel/2003/0211/rit01.html
Terus terang soal sejarah yang dikemukakan cukup baik. Kutipan dari Ibnu Qayyim juga bagus. Dan kampanye anti valentine day pun saya sepakat. Tetapi menurut saya, kok orang merayakan itu punya banyak motivasi sehingga kalau digeneralisisr, mau tidak mau mengakui ketuhanan Yesus adalah tidak tepat. Kiranya cukup untuk mengatakan bahwa perayaan valentine day adalah haram. Soal sampai murtad atau tidak, musyrik atau tidak tergantung pada motivasi dan pengetahuan masing-masing.
Selain itu dalam mengkampanyekan pun tidak perlu membuat Muhammad Day. Sebab itu pun sebuah reaksi tandingan yang secara sadar atau tidak juga terjebak ke dalam bentuk tasyabbuh. Bukan tasyabuh dalam peringatan yang sama, tetapi tasyabbuh dengan mengenang dan mengagungkan yang tidak sesuai dengan syari’at.
Saya mengutip judul dengan tanda yang berbeda maksudnya adalah untuk mempertanyakan benarkah demikian. Namun sebelum menjawab setuju atau tidak, ada baiknya menyimak dahulu tulisan tersebut secara utuh, biar tidak ada kesan memelintir pendapat, ok. Silakan menikmati
Dari namanya saja, perayaan Hari Kasih Sayang ini serasa memiliki perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Ada beberapa versi mengenai legenda dari sosok Valentine ini.
1. Dahulu, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II (268 - 270 M). kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang potensial. Valentine tidak setuju dengan peraturan tersebut. Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia. Lambat laun, aksi yang dilakukan oleh Valentine pun tercium oleh Claudius II. Valentine harus menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati pada tanggal 14 Februari 270 M. Ada sebuah sumber yang menceritakan bahwa ia mati karena menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara akibat penganiayaan.
Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu. Tragisnya, sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya. Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini—-‘From Your Valentine.’ Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yag dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Febuari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine.
2. Valentine dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Febuari. Ini merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan. Dan sehari setelahnya yaitu tanggal 15 Februari merupakan perayaan Lupercalia.
3. Ketika agama nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “Dengan nama Tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.” Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat “Dengan nama Tuhan Ibu” dengan kalimat “Dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani.
4. St.Valentine ditanya tentang Atharid, Tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, Tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab Tuhan-Tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya Tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih. Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya merupakan lambang Tuhan cinta bagi orang-orang Romawi.
5. Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga “martir” atau santo (orang suci) yang berbeda:
seorang pastur di Roma
seorang uskup Interamna (modern Terni)
seorang “martir” di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga ““martir”” ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai “martir”-”martir” ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta ’supercalis’ kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang ‘martyr’ bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya (jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat(melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN
Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?
Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.
Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!
“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata,
“Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”
Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
Wallahu’alam bishawab.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusak ‘akidah’ muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup Non Islami dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
Kampanye anti valentine day
Atas dasar fakta diatas dan diatas landasan niat untuk membentengi akhlak generasi muda kita maka sudah sewajarnya setiap ummat Islam mengambil peran penting untuk turut mengkampanyekan gerakan anti valentine day dan secara khusus menyerukan kepada pemuda pemudi Islam untuk tidak terlibat dalam acara kasih sayang dan percintaan ala valentine’s day. Di sejumlah negara Islam belakangan ini muncul gerakan terbuka untuk menolak peringatan valentine day, di Mesir beberapa kalangan ummat Islam menyerukan untuk merubah Valentine’s Day dengan Muhammad Day. Seruan ini disampaikan di sejumlah situs internet baik website maupun blog. Mereka menyerukan pembenahan pemahaman cinta dengan pemahaman yang benar sesuai dengan ajaran Rasulullah Muhammad SAW. Seruan ‘Muhammad Day’ ini juga disebarkan secara meluas melalui pesan elektronik (e-mail) dan pesan singkat ponsel (sms). Gagasan Muhammad Day semata - mata bertujuan sebagai gerakan insidental kampanye anti valentine day yang otomatis tidak diagendakan untuk dilakukan setiap tahun.
Siapapun bisa menjadi bagian dari gerakan anti valentine day dengan menyebarkan pernyataan singkat dibawah ini melalui pesan singkat (sms) :
“Stop kemaksitan dan kekufuran berjubah valentine day, mari kita benahi pemahaman tentang cinta dan kasih sayang yang benar sesuai dengan ajaran Islam dan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW”.
Akhirnya, berdasar fakta negatif dan nuansa kemaksitan dan kekufuran yang terselubung dan merebak melalui peringatan hari valentine maka marilah kita secara bersama -sama satukan tekad “HAPUSKAN VALENTINE’S DAY SEKARANG JUGA !!!”
Referensi :
http://id.wikipedia.org/
muzakarah.tripod.com/valentine1.html
isrona.wordpress.com/2007/02/18/sejarah-hari-valentine/
http://dunia.pelajar-islam.or.id/
www. eramuslim.com
http://www.sinarharapan.co.id/feature/ritel/2003/0211/rit01.html
Terus terang soal sejarah yang dikemukakan cukup baik. Kutipan dari Ibnu Qayyim juga bagus. Dan kampanye anti valentine day pun saya sepakat. Tetapi menurut saya, kok orang merayakan itu punya banyak motivasi sehingga kalau digeneralisisr, mau tidak mau mengakui ketuhanan Yesus adalah tidak tepat. Kiranya cukup untuk mengatakan bahwa perayaan valentine day adalah haram. Soal sampai murtad atau tidak, musyrik atau tidak tergantung pada motivasi dan pengetahuan masing-masing.
Selain itu dalam mengkampanyekan pun tidak perlu membuat Muhammad Day. Sebab itu pun sebuah reaksi tandingan yang secara sadar atau tidak juga terjebak ke dalam bentuk tasyabbuh. Bukan tasyabuh dalam peringatan yang sama, tetapi tasyabbuh dengan mengenang dan mengagungkan yang tidak sesuai dengan syari’at.
Valentine's Day: TRADISI SAMPAH
Edisi 13/Th.1/Feb III/2002
'Di tahun ini aku ingin melaluinya (valentine) dengan seseorang yang aku kenal tiga tahun yang lalu. Berada di suatu tempat yang banyak ditumbuhi bunga mawar merah. Trus, banyak coklat bebentuk hati bergelantungan di sana-sini…, kemudian cowokku menyuruhku untuk tutup mata dan ia memakaikan kalung liontin pink berbentuk hati" (masyaAllah), itulah ungkapan yang menggambarkan angan seseorang di hari Valentine (Jawa Pos,8/2/02). That's Valentine's Day, yang diperingati oleh muda-mudi setiap tanggal 14 Februari. Semacam ritual muda-mudi yang sedang dimabuk cintrong or yang lagi cari pasangan, mulai dari tukar kado, hingga berdua-duaan yang so pasti berbau maksiatisasi, having fun dan hura-hura yang tiada bermakna
Cinta Atau Seks?
Kenapa ikut pesta Valentine's Day? Karena acara itu adalah perayaan kasih sayang? Bisa jadi begitu jawabannya. Sebenarnya bukan kasih sayang, tetapi lebih ke arah bagaimana mengumbar hawa nafsu or seks. Orang orang Barat, biasa mengucapkan kata-kata cinta dan kasih sayang dengan ucapan, make love. Nah, tentu saja itu artinya bermain cinta yang ujung-ujungnya intercourse alias bersetubuh. Wah, berabe itu!
Oke, sekarang kamu percaya nggak kalo dikatakan bahwa sebenarnya model gaul anak-anak muda seusia kamu itu sudah liar. Persis apa yang diajarkan oleh James Van Der Beek dan kawan-kawannya dalam serial Dawson's Creek. Atau gaya gaul model KNPI alias Kissing, Necking, Petting dan Intercourse, seperti pergaulan amburadul (seks dan kokain) yang sering digambarkan oleh Shannon Doherty, Tiffani "Valerie" Amber-Thiesen, Luke "Dylan McKay" Perry, Brian "David" Austin dan Jason "Brandon" Prestley dan kawan-kawannya dalam Beverly Hills 90210. Nah, begitulah gaya gaulnya remaja Barat. Rusak berat, Non!
Cinta = Doping
Ya, cinta memang doping. Bikin penasaran dan ampuh membangkitkan kekuatan. Dan Valentine's Day hanyalah hanyalah bungkus, kemasan yang menurutmu bisa bikin tambah lengket dengan kekasihmu. Yang sebetulnya kamu lagi nyari semacam legalisasi atau argumentasi dari nafsu liar kamu terhadap lawan jenismu. Kalo cinta bukan dopping, nggak bakal Hitler mati-matian ngejar Eva Braun. Atau kagak bakalan Julias Caesar memburu cinta Cleopatra. Juga Barbara Yung-pemeran A Yung dalam film Sia Tiauw Eng Hiong-bunuh diri hanya gara-gara nggak kesampaian asmaranya. Karena cinta pula yang mendorong Candraswami-politikus India-punya skandal dengan Pamela Bordes yang saat itu menyandang gelar Miss Universe.
Dalam kisah Midsummer Night's Dream karya William Shakespeare yang diangkat ke layar lebar dan dibintangi Michelle Pfeiffer ada sebuah dialog yang mengatakan bahwa, cinta sanggup menyibukkan hidup manusia. Benarkah? Yang pasti memang cinta mampu membuat orang bergairah sekaligus lupa diri! Nah, makanya di sini perlu kendali yang bisa menjinakkan efek samping dari dopping tersebut. Bila tidak? Ya, akan liar. dan bukan lagi sesuatu yang sakral dan suci, tetapi sampah!
'Di tahun ini aku ingin melaluinya (valentine) dengan seseorang yang aku kenal tiga tahun yang lalu. Berada di suatu tempat yang banyak ditumbuhi bunga mawar merah. Trus, banyak coklat bebentuk hati bergelantungan di sana-sini…, kemudian cowokku menyuruhku untuk tutup mata dan ia memakaikan kalung liontin pink berbentuk hati" (masyaAllah), itulah ungkapan yang menggambarkan angan seseorang di hari Valentine (Jawa Pos,8/2/02). That's Valentine's Day, yang diperingati oleh muda-mudi setiap tanggal 14 Februari. Semacam ritual muda-mudi yang sedang dimabuk cintrong or yang lagi cari pasangan, mulai dari tukar kado, hingga berdua-duaan yang so pasti berbau maksiatisasi, having fun dan hura-hura yang tiada bermakna
Cinta Atau Seks?
Kenapa ikut pesta Valentine's Day? Karena acara itu adalah perayaan kasih sayang? Bisa jadi begitu jawabannya. Sebenarnya bukan kasih sayang, tetapi lebih ke arah bagaimana mengumbar hawa nafsu or seks. Orang orang Barat, biasa mengucapkan kata-kata cinta dan kasih sayang dengan ucapan, make love. Nah, tentu saja itu artinya bermain cinta yang ujung-ujungnya intercourse alias bersetubuh. Wah, berabe itu!
Oke, sekarang kamu percaya nggak kalo dikatakan bahwa sebenarnya model gaul anak-anak muda seusia kamu itu sudah liar. Persis apa yang diajarkan oleh James Van Der Beek dan kawan-kawannya dalam serial Dawson's Creek. Atau gaya gaul model KNPI alias Kissing, Necking, Petting dan Intercourse, seperti pergaulan amburadul (seks dan kokain) yang sering digambarkan oleh Shannon Doherty, Tiffani "Valerie" Amber-Thiesen, Luke "Dylan McKay" Perry, Brian "David" Austin dan Jason "Brandon" Prestley dan kawan-kawannya dalam Beverly Hills 90210. Nah, begitulah gaya gaulnya remaja Barat. Rusak berat, Non!
Cinta = Doping
Ya, cinta memang doping. Bikin penasaran dan ampuh membangkitkan kekuatan. Dan Valentine's Day hanyalah hanyalah bungkus, kemasan yang menurutmu bisa bikin tambah lengket dengan kekasihmu. Yang sebetulnya kamu lagi nyari semacam legalisasi atau argumentasi dari nafsu liar kamu terhadap lawan jenismu. Kalo cinta bukan dopping, nggak bakal Hitler mati-matian ngejar Eva Braun. Atau kagak bakalan Julias Caesar memburu cinta Cleopatra. Juga Barbara Yung-pemeran A Yung dalam film Sia Tiauw Eng Hiong-bunuh diri hanya gara-gara nggak kesampaian asmaranya. Karena cinta pula yang mendorong Candraswami-politikus India-punya skandal dengan Pamela Bordes yang saat itu menyandang gelar Miss Universe.
Dalam kisah Midsummer Night's Dream karya William Shakespeare yang diangkat ke layar lebar dan dibintangi Michelle Pfeiffer ada sebuah dialog yang mengatakan bahwa, cinta sanggup menyibukkan hidup manusia. Benarkah? Yang pasti memang cinta mampu membuat orang bergairah sekaligus lupa diri! Nah, makanya di sini perlu kendali yang bisa menjinakkan efek samping dari dopping tersebut. Bila tidak? Ya, akan liar. dan bukan lagi sesuatu yang sakral dan suci, tetapi sampah!
Valentine's Day = Hari Nafsu Liar
Edisi: 35/Feb I/Th II/03
Pada masa kaisar Romawi, Claudius II lagi berkuasa, ada undang-undang yang aneh banget. Apaan tuh? Itu-itu larangan nikah buat para pemuda. Kenapa? Alasannya para pemuda sangat diperlukan untuk jadi tentara demi membela negara. Kaciyan dech…. Tapi ada seseorang yang kisahnya bandel banget, yap..seorang pastur yang namanya Valentine, yang kemudian dipenjarakan karena telah menikahkan sepasang pengantin.
Ternyata penguasa itu belum cukup puas, yang akhinya menghukum mati pastur tersebut pada tanggal 14 Februari 249 M. Cerita yang mengharukan ini telah bikin hati Paus Gelasius lunglai, dan pada tahun 469 M, dia menjadikan tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang atau Valentine's Day demi menghormati pengorbanan Pastur Valentine yang rela mati hanya untuk cinta. Huuuh….cengeng.
Kisah ini benar-benar terjadi, bukan legenda seperti Robin Hood atau Honda astrea, bukan pula dongeng seperti Cinderela atau Cindelaras. Tetapi adalah sebuah kisah nyata yang hingga saat ini masih diperingati oleh muda-mudi metropolis. Yang kebanyakan memang nggak ngerti darimana asal-muasalnya. Minum racun tapi nggak ngerti kalo' itu memang racun. Cuman ada juga sih yang ngerti, tapi tetep minum juga, wah ini manusia apa barongsai??
Pada cerita yang lain, kisahnya pada tanggal 15 Februari adalah hari yang amat berbahagia buat penduduk Vatikan dan sekitarnya. Sabab-musababnya pas tanggal itu adalah hari pemberian ampun untuk para pemeluk agama nasrani langsung dari Romawi. Jadi sebelum tanggal itu, yaitu tanggal empat belasnya, para pemeluk agama tersebut mengadakan semacam pesta untuk besoknya.
Lain lagi di negaranya David Beckham Tanggal 14 Februari dulunya memang merupakan hari yang sakral buat mojang muda. Kenapa? Ya, soalnya burung-burung pada kawin pas tanggal itu. Ngerti khan kalo' burung itu menandakan cinta kasih. Sehingga pada masanya Duke of Orleans (abad ke-14), hari itu dijadikan ajang muda-mudi saling berkirim surat dan kue, serta menyalakan lilin-lilin tanda cinta kasih. Wah gawe apapula nih??
Sehingga kemungkinan besar Valentine's Day merupakan pesta pembauran, antara pesta perayaan Pastur Valentine, pengampunan dari Romawi pada tanggal 15 Februari, dan pesta muda-mudi di Inggris (Marzdedeq, Parasit Aqidah). Yang lucunya hal semacam ini tetep aja diperingati hingga sekarang, oleh orang-orang yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa tersebut di atas. Siapa? Siapa lagi kalo' bukan saudara-saudari kita sesama muslim. Dimana muda-mudi melakukan hal yang hampir nggak masuk akal, bahkan mungkin lebih liar daripada pesta awalnya. Meskipun kata valentine berasal dari bahasa Normand (yang pasti bukan daerah di sekitar Lamongan), yaitu galanti-galant yang artinya lover atau yang mencintai. Tapi buktinya nggak ada cinta yang ada di situ, tapi hanya nafsu sang hidung belang. Jijai deh…!!!
Belajarlah berpikir dewasa
Ada sponsor yang bilang, jadi tua itu pasti, tapi jadi dewasa itu pilihan. Kalimat itu memang nggak salah. Why? Ternyata memang banyak orang-orang yang udah berumur, tetapi nggak bisa berpikir dewasa. Coba aja baca koran, salah satu tanggapan di halaman 30 media tersebut menyatakan tentang kiat-kiat orang yang jomblo ngadepin valentin, yang katanya garing pol. Ale, salah satu pengisinya ngomong kalo' demi mendapatkan pujaan hati dia bakal rela nyiapin soda api untuk ditetesin di mata supaya dia bisa pura-pura nangis bila ada cowok kece yang ndeketin dia. Naga-naganya cowok itu pasti akan nanya kenapa, dan akan dia ajak untuk jadian. (Jawa Pos, 3/2/03) Weleh, cocok jadi artis sinetron neng!! Belon lagi tanggapan-tanggapan lain, ya walau itu cuman sebuah tanggapan, tapi yang pasti kamu udah he-eh seperti apa sih kebanyakan remaja saat ini..
Kita memang nggak bisa nebak apa yang ada di pikiran sobat muslim sekarang. Bisa saja sobat muslim nggak suka dengan hal ini, bisa juga sobat cuek, bodoh amat dengan munculnya valentine dkk pokoknya ikut aja mumpung masih muda, ataupula sobat ngedukung kita soal masalah hari ka..cih cayang ini. Sebab itu semua tergantung ama pemahaman sobat sekalian. Ada yang ngerti ada yang enggak, tapi adalagi yang nggak peduli. Hanya saja sebagai seorang remaja, yang merupakan masa peralihan dari masa kecil ke masa dewasa, seharusnya kita udah mau belajar untuk berpikir dewasa, buat bisa mbedakan mana yang bener dan mana yang salah.
Kita semua nggak mungkir apabila masa remaja memang adalah masa-masa yang paling bahagia. Gimana nggak? (Nggak koq gimana??) Bingung ya? Bukannya kita ingin sobat semua jadi pusing hingga stroke, hanya saja diakui ataupun tidak, masa remaja bagaikan koin emas yang amat berharga bagi semua manusia. Ihh puitis bener… Suer deh pasti kebayang udah kenangan masa remaja dulu (buat sobat-sobat yang udah berumur), tapi buat kalian yang masih muda-muda (kayak Islamuda…ciee'), pasti udah nyantol dengan omongan kita, ya khan…Udah ngeh banget, hanya saja yang pasti buletin ini bakal muda terus, lho koq bisa..?? Iya lagi wong kertas sampe kapanpun nggak bakalan punya keriput…He..he..he.
Pilih, dan berhati-hatilah
Apabila mau memilih, antara jadi anak-anak, remaja, dan orang tua, kita berani njamin deh.. sobat semua bakal milih yang satu itu, apalagi kalo' bukan jadi remaja. Tul nggak?? Why? Simpel aja, diantara tiga macam pilihan di atas remaja merupakan pilihan yang teringan, terenak dan ternikmat (kerupuk cingkong kali…!!). Ringan artinya remaja merupakan masa enteng beban nggak perlu mikirin dan bawa anak ngalor-ngidul seperti ortu, enak dan nikmat bagaikan gula-gula, bukan "gula-gula"-nya Elvy Sukaesih, maksudnya kebanyakan remaja ngerti banget apa itu kenyamanan hidup. Masa remaja juga merupakan waktu seseorang untuk bisa menggapai cita-cita dengan cara mengembangkan potensinya, mengasah kemampuannya dan memajukan pola pikirnya. Pokoke oks banget…
Namun perlu kita-kita garis bawahi, cetak tebal bahkan garis miring soal remaja. Perhatiin nih!! Dengan potensi remaja yang super buesar itu, nggak jarang remaja jadi bulan-bulanan zaman. Semangat remaja yang membara, rasa ingin tahunya yang besar, dan keadaan jiwa yang masih mencari jati diri, bisa bikin remaja kita nggak kurang-kurang bikin ulah. Mulai dari kasus remaja dengan tema kenakalan remaja yang 'biasa' yaitu tawuran, hingga narkoba, miras, VCD porno, dan pembunuhan udah jelas-jelas bikin kita geleng-geleng kepala. Mau diapa'in…, ditangkap, kelihatannya masih bau kencur (heegh…), tapi kalo' dibiarkan tingkahnya udah nggak lucu lagi.
Masa perubahan inilah yang perlu sobat waspadai. Salah jalan, bisa bikin kita kesasar di dunia, lebih-lebih pas akherat kelak. Maka udah kewajiban besar buat kita semua untuk mengkaji Islam mulai dari sekarang, soalnya nggak bakalan ada jaminan kalo' sobat akan tetep bisa hidup besok. Iya khan??
Kedewasaan, bukan dari umurnya
Meski banyak orang yang bilang, orang tua pada umumnya adalah orang yang bijaksana, tapi omongan itu nggak jelas juntrungannya. Malahan fakta udah bicara lain. Dewasa bukan diliat dari, umur atau udah keriput belon? Tapi dewasa atau nggak, bisa kita ketahui dengan cara berpikir dan tingkah lakunya. Ngerti khan Isma'il, bukannya tetangga kalian, tapi Nabi Isma'il. Iya kenapa? Nah itulah contohnya, Nabi Isma'il dalam umurnya yang masih sangat muda belia, udah mampu menunjukkan kedewasaan dalam bersikap. Ketika Nabi Ibrahim, ayahanda beliau mendapatkan wahyu dari Allah Swt untuk menyembelihnya, maka dengan tegar Isma'il menjawab, "Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu dan engkau akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, Insya Allah dan aku rela dengan kehendak Allah itu." (Al Hamid, Kisah 25 Nabi dan Rasul) Tuh, itu lho yang kudu kamu tiru. Dimana akhirnya pada saat menyembelih, tubuh Isma'il diganti oleh Allah Swt dengan seekor domba. Subhanallah….
Masih banyak contoh-contoh yang lain, seperti Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Umar, hingga Muhammad Durra dari Palestina yang udah ngasih kita contoh, dewasa adalah mampu ngatasi berbagai masalah yang ada, dengan ketegasan diri dan ketegaran sikap. Bukan Cuma hura-hura, happy-happy, nongkrongin mal dan ikut Valentine's Day. Nah ngerti khan….
Dari omongan kita di atas, pantes deh kalo' kita semua harus mikir, apa selama ini memang kita udah cukup dewasa buat ngatasi suatu masalah atau malah nggak bisa sama sekali. Apabila sobat masih merasa belum mampu ngatasi hal-hal itu, coba deh mulai sekarang. Nggak ada yang namanya terlambat sebelum kita mati, nggak ada yang namanya penyesalan kalo' kita mau usaha, dan nggak ada yang namanya dosa kalo' kita mau bertobat. Nah buat kamu-kamu yang bener-bener mau merubah diri (jadi baik maksudnya…), Islamuda punya sedikit kiat buat sobat semuanya. Gimana ? Gini caranya:
1.Selalu bercermin pada diri sendiri
Nggak ada diri yang sempurna, tapi hal itu bukanlah alasan buat kita untuk melakukan perbuatan dosa. Jadi berpikirlah sebelum bertindak, dan berilah contoh kepada orang lain sebelum memerintah mereka. Karena cerminan kepribadianmu bakal keliat kalo' ada buktinya.
2.Kaji pemahaman Islam
Isma'il, Ali dan Muhammad Durra bisa jadi dewasa dan oce punya gara-gara punya pemahaman Islam yang kokoh. Bukan karena gank mereka kuat, atau tampang yang caem. Tapi hanya karena pemahaman terhadap Islam-lah mereka jadi ngetop.
3.Sebarkan Islam dan bina ukhuwah
Bila kamu udah mulai ngerti kalo' Islam itu nggak cuman ngajarin cara sholat, puasa dan semacamnya, tapi juga njelasin masalah pendidikan, ekonomi, masyarakat dan negara. Maka sesedikit apapun hal yang kamu dapat, maka kudu kamu sebarin. Harus..mau. Sehingga dengan dakwah kamu bakal ngerti, kalo' yang namanya persaudaraan dalam Islam diikat oleh satu hal yaitu keimanan, dan bukannya nasionalisme.
Siapa korban sebenarnya??
Kita udah anggep sobat muslim semua udah ngerti tentang masalah kedewasaan dan cara mendapatkannya. Sehingga kita udah nggak perlu ngungkit-ngungkit lagi soal mana yang harus diperingati di bulan Februari ini antara Valentine's Day yang notabene asalnya dari orang-orang Nasrani atau Idul Adha yang merupakan bukti pengorbanan seseorang yang besar terhadap Islam sebagai pedoman hidupnya.
Kita semua juga udah ngerti kalo' Nabi Isma'il berkorban demi Islam, hingga merelakan lehernya disembelih oleh ayahnya sendiri. Namun anehnya remaja-remaja sekarang juga berani berkorban, dari duit hingga nyawa dan merelakan leher mereka disembelih oleh orang-orang kafir, dengan alasan modern, funky, gaul atau apapun istilahnya.
Padahal Rasulullah Saw udah bersabda, "Tidak akan terjadi kiamat, sebelum umatku mengambil seperti umat-umat terdahulu sejengkal-demi sejengkal,sehasta demi sehasta. " Lalu ditanyakan pada beliau, " Ya Rasulullah apakah mereka orang-orang Persia dan Romawi?" Rasulullah menjawab, "Siapa lagi kalau bukan mereka." (HR. Bukhari)
Jadi kalo kita mau renungi, siapa sih yang sebenarnya jadi korban, kambing-kambing Idul Adha atau remaja-remaja Islam?? Hanya remaja yang bisa berpikir jernih aja yang bisa jawab. Nah, kamukah remaja berpikiran jernih itu. (dony)
Pada masa kaisar Romawi, Claudius II lagi berkuasa, ada undang-undang yang aneh banget. Apaan tuh? Itu-itu larangan nikah buat para pemuda. Kenapa? Alasannya para pemuda sangat diperlukan untuk jadi tentara demi membela negara. Kaciyan dech…. Tapi ada seseorang yang kisahnya bandel banget, yap..seorang pastur yang namanya Valentine, yang kemudian dipenjarakan karena telah menikahkan sepasang pengantin.
Ternyata penguasa itu belum cukup puas, yang akhinya menghukum mati pastur tersebut pada tanggal 14 Februari 249 M. Cerita yang mengharukan ini telah bikin hati Paus Gelasius lunglai, dan pada tahun 469 M, dia menjadikan tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang atau Valentine's Day demi menghormati pengorbanan Pastur Valentine yang rela mati hanya untuk cinta. Huuuh….cengeng.
Kisah ini benar-benar terjadi, bukan legenda seperti Robin Hood atau Honda astrea, bukan pula dongeng seperti Cinderela atau Cindelaras. Tetapi adalah sebuah kisah nyata yang hingga saat ini masih diperingati oleh muda-mudi metropolis. Yang kebanyakan memang nggak ngerti darimana asal-muasalnya. Minum racun tapi nggak ngerti kalo' itu memang racun. Cuman ada juga sih yang ngerti, tapi tetep minum juga, wah ini manusia apa barongsai??
Pada cerita yang lain, kisahnya pada tanggal 15 Februari adalah hari yang amat berbahagia buat penduduk Vatikan dan sekitarnya. Sabab-musababnya pas tanggal itu adalah hari pemberian ampun untuk para pemeluk agama nasrani langsung dari Romawi. Jadi sebelum tanggal itu, yaitu tanggal empat belasnya, para pemeluk agama tersebut mengadakan semacam pesta untuk besoknya.
Lain lagi di negaranya David Beckham Tanggal 14 Februari dulunya memang merupakan hari yang sakral buat mojang muda. Kenapa? Ya, soalnya burung-burung pada kawin pas tanggal itu. Ngerti khan kalo' burung itu menandakan cinta kasih. Sehingga pada masanya Duke of Orleans (abad ke-14), hari itu dijadikan ajang muda-mudi saling berkirim surat dan kue, serta menyalakan lilin-lilin tanda cinta kasih. Wah gawe apapula nih??
Sehingga kemungkinan besar Valentine's Day merupakan pesta pembauran, antara pesta perayaan Pastur Valentine, pengampunan dari Romawi pada tanggal 15 Februari, dan pesta muda-mudi di Inggris (Marzdedeq, Parasit Aqidah). Yang lucunya hal semacam ini tetep aja diperingati hingga sekarang, oleh orang-orang yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa tersebut di atas. Siapa? Siapa lagi kalo' bukan saudara-saudari kita sesama muslim. Dimana muda-mudi melakukan hal yang hampir nggak masuk akal, bahkan mungkin lebih liar daripada pesta awalnya. Meskipun kata valentine berasal dari bahasa Normand (yang pasti bukan daerah di sekitar Lamongan), yaitu galanti-galant yang artinya lover atau yang mencintai. Tapi buktinya nggak ada cinta yang ada di situ, tapi hanya nafsu sang hidung belang. Jijai deh…!!!
Belajarlah berpikir dewasa
Ada sponsor yang bilang, jadi tua itu pasti, tapi jadi dewasa itu pilihan. Kalimat itu memang nggak salah. Why? Ternyata memang banyak orang-orang yang udah berumur, tetapi nggak bisa berpikir dewasa. Coba aja baca koran, salah satu tanggapan di halaman 30 media tersebut menyatakan tentang kiat-kiat orang yang jomblo ngadepin valentin, yang katanya garing pol. Ale, salah satu pengisinya ngomong kalo' demi mendapatkan pujaan hati dia bakal rela nyiapin soda api untuk ditetesin di mata supaya dia bisa pura-pura nangis bila ada cowok kece yang ndeketin dia. Naga-naganya cowok itu pasti akan nanya kenapa, dan akan dia ajak untuk jadian. (Jawa Pos, 3/2/03) Weleh, cocok jadi artis sinetron neng!! Belon lagi tanggapan-tanggapan lain, ya walau itu cuman sebuah tanggapan, tapi yang pasti kamu udah he-eh seperti apa sih kebanyakan remaja saat ini..
Kita memang nggak bisa nebak apa yang ada di pikiran sobat muslim sekarang. Bisa saja sobat muslim nggak suka dengan hal ini, bisa juga sobat cuek, bodoh amat dengan munculnya valentine dkk pokoknya ikut aja mumpung masih muda, ataupula sobat ngedukung kita soal masalah hari ka..cih cayang ini. Sebab itu semua tergantung ama pemahaman sobat sekalian. Ada yang ngerti ada yang enggak, tapi adalagi yang nggak peduli. Hanya saja sebagai seorang remaja, yang merupakan masa peralihan dari masa kecil ke masa dewasa, seharusnya kita udah mau belajar untuk berpikir dewasa, buat bisa mbedakan mana yang bener dan mana yang salah.
Kita semua nggak mungkir apabila masa remaja memang adalah masa-masa yang paling bahagia. Gimana nggak? (Nggak koq gimana??) Bingung ya? Bukannya kita ingin sobat semua jadi pusing hingga stroke, hanya saja diakui ataupun tidak, masa remaja bagaikan koin emas yang amat berharga bagi semua manusia. Ihh puitis bener… Suer deh pasti kebayang udah kenangan masa remaja dulu (buat sobat-sobat yang udah berumur), tapi buat kalian yang masih muda-muda (kayak Islamuda…ciee'), pasti udah nyantol dengan omongan kita, ya khan…Udah ngeh banget, hanya saja yang pasti buletin ini bakal muda terus, lho koq bisa..?? Iya lagi wong kertas sampe kapanpun nggak bakalan punya keriput…He..he..he.
Pilih, dan berhati-hatilah
Apabila mau memilih, antara jadi anak-anak, remaja, dan orang tua, kita berani njamin deh.. sobat semua bakal milih yang satu itu, apalagi kalo' bukan jadi remaja. Tul nggak?? Why? Simpel aja, diantara tiga macam pilihan di atas remaja merupakan pilihan yang teringan, terenak dan ternikmat (kerupuk cingkong kali…!!). Ringan artinya remaja merupakan masa enteng beban nggak perlu mikirin dan bawa anak ngalor-ngidul seperti ortu, enak dan nikmat bagaikan gula-gula, bukan "gula-gula"-nya Elvy Sukaesih, maksudnya kebanyakan remaja ngerti banget apa itu kenyamanan hidup. Masa remaja juga merupakan waktu seseorang untuk bisa menggapai cita-cita dengan cara mengembangkan potensinya, mengasah kemampuannya dan memajukan pola pikirnya. Pokoke oks banget…
Namun perlu kita-kita garis bawahi, cetak tebal bahkan garis miring soal remaja. Perhatiin nih!! Dengan potensi remaja yang super buesar itu, nggak jarang remaja jadi bulan-bulanan zaman. Semangat remaja yang membara, rasa ingin tahunya yang besar, dan keadaan jiwa yang masih mencari jati diri, bisa bikin remaja kita nggak kurang-kurang bikin ulah. Mulai dari kasus remaja dengan tema kenakalan remaja yang 'biasa' yaitu tawuran, hingga narkoba, miras, VCD porno, dan pembunuhan udah jelas-jelas bikin kita geleng-geleng kepala. Mau diapa'in…, ditangkap, kelihatannya masih bau kencur (heegh…), tapi kalo' dibiarkan tingkahnya udah nggak lucu lagi.
Masa perubahan inilah yang perlu sobat waspadai. Salah jalan, bisa bikin kita kesasar di dunia, lebih-lebih pas akherat kelak. Maka udah kewajiban besar buat kita semua untuk mengkaji Islam mulai dari sekarang, soalnya nggak bakalan ada jaminan kalo' sobat akan tetep bisa hidup besok. Iya khan??
Kedewasaan, bukan dari umurnya
Meski banyak orang yang bilang, orang tua pada umumnya adalah orang yang bijaksana, tapi omongan itu nggak jelas juntrungannya. Malahan fakta udah bicara lain. Dewasa bukan diliat dari, umur atau udah keriput belon? Tapi dewasa atau nggak, bisa kita ketahui dengan cara berpikir dan tingkah lakunya. Ngerti khan Isma'il, bukannya tetangga kalian, tapi Nabi Isma'il. Iya kenapa? Nah itulah contohnya, Nabi Isma'il dalam umurnya yang masih sangat muda belia, udah mampu menunjukkan kedewasaan dalam bersikap. Ketika Nabi Ibrahim, ayahanda beliau mendapatkan wahyu dari Allah Swt untuk menyembelihnya, maka dengan tegar Isma'il menjawab, "Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu dan engkau akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, Insya Allah dan aku rela dengan kehendak Allah itu." (Al Hamid, Kisah 25 Nabi dan Rasul) Tuh, itu lho yang kudu kamu tiru. Dimana akhirnya pada saat menyembelih, tubuh Isma'il diganti oleh Allah Swt dengan seekor domba. Subhanallah….
Masih banyak contoh-contoh yang lain, seperti Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Umar, hingga Muhammad Durra dari Palestina yang udah ngasih kita contoh, dewasa adalah mampu ngatasi berbagai masalah yang ada, dengan ketegasan diri dan ketegaran sikap. Bukan Cuma hura-hura, happy-happy, nongkrongin mal dan ikut Valentine's Day. Nah ngerti khan….
Dari omongan kita di atas, pantes deh kalo' kita semua harus mikir, apa selama ini memang kita udah cukup dewasa buat ngatasi suatu masalah atau malah nggak bisa sama sekali. Apabila sobat masih merasa belum mampu ngatasi hal-hal itu, coba deh mulai sekarang. Nggak ada yang namanya terlambat sebelum kita mati, nggak ada yang namanya penyesalan kalo' kita mau usaha, dan nggak ada yang namanya dosa kalo' kita mau bertobat. Nah buat kamu-kamu yang bener-bener mau merubah diri (jadi baik maksudnya…), Islamuda punya sedikit kiat buat sobat semuanya. Gimana ? Gini caranya:
1.Selalu bercermin pada diri sendiri
Nggak ada diri yang sempurna, tapi hal itu bukanlah alasan buat kita untuk melakukan perbuatan dosa. Jadi berpikirlah sebelum bertindak, dan berilah contoh kepada orang lain sebelum memerintah mereka. Karena cerminan kepribadianmu bakal keliat kalo' ada buktinya.
2.Kaji pemahaman Islam
Isma'il, Ali dan Muhammad Durra bisa jadi dewasa dan oce punya gara-gara punya pemahaman Islam yang kokoh. Bukan karena gank mereka kuat, atau tampang yang caem. Tapi hanya karena pemahaman terhadap Islam-lah mereka jadi ngetop.
3.Sebarkan Islam dan bina ukhuwah
Bila kamu udah mulai ngerti kalo' Islam itu nggak cuman ngajarin cara sholat, puasa dan semacamnya, tapi juga njelasin masalah pendidikan, ekonomi, masyarakat dan negara. Maka sesedikit apapun hal yang kamu dapat, maka kudu kamu sebarin. Harus..mau. Sehingga dengan dakwah kamu bakal ngerti, kalo' yang namanya persaudaraan dalam Islam diikat oleh satu hal yaitu keimanan, dan bukannya nasionalisme.
Siapa korban sebenarnya??
Kita udah anggep sobat muslim semua udah ngerti tentang masalah kedewasaan dan cara mendapatkannya. Sehingga kita udah nggak perlu ngungkit-ngungkit lagi soal mana yang harus diperingati di bulan Februari ini antara Valentine's Day yang notabene asalnya dari orang-orang Nasrani atau Idul Adha yang merupakan bukti pengorbanan seseorang yang besar terhadap Islam sebagai pedoman hidupnya.
Kita semua juga udah ngerti kalo' Nabi Isma'il berkorban demi Islam, hingga merelakan lehernya disembelih oleh ayahnya sendiri. Namun anehnya remaja-remaja sekarang juga berani berkorban, dari duit hingga nyawa dan merelakan leher mereka disembelih oleh orang-orang kafir, dengan alasan modern, funky, gaul atau apapun istilahnya.
Padahal Rasulullah Saw udah bersabda, "Tidak akan terjadi kiamat, sebelum umatku mengambil seperti umat-umat terdahulu sejengkal-demi sejengkal,sehasta demi sehasta. " Lalu ditanyakan pada beliau, " Ya Rasulullah apakah mereka orang-orang Persia dan Romawi?" Rasulullah menjawab, "Siapa lagi kalau bukan mereka." (HR. Bukhari)
Jadi kalo kita mau renungi, siapa sih yang sebenarnya jadi korban, kambing-kambing Idul Adha atau remaja-remaja Islam?? Hanya remaja yang bisa berpikir jernih aja yang bisa jawab. Nah, kamukah remaja berpikiran jernih itu. (dony)
Langganan:
Postingan (Atom)


